“Wine” Solusi Untuk Menjalankan Aplikasi Windows di Linux

Wine bukan sebuah emulator seperti halnya ketika menjalankan Java atau Android di komputer. Tapi merupakan lapisan kompatibilitas yang mampu menjalankan aplikasi Windows pada beberapa sistem operasi yang sesuai dengan POSIX, seperti Linux, macOS, serta BSD.

Cara kerjanya adalah dengan menerjemahkan Windows API dan memanggilnya melalui POSIX. Namun, secara umum Wine memang terlihat seolah bekerja dengan cara mensimulasikan logika Windows internal seperti mesin virtual atau emulator.

Menjalankan Windows Software dan Games Melalui Wine

Wine memang terlihat seperti sebuah solusi untuk menjalankan software dan games Windows, dan memang bisa dikatakan berfungsi dengan baik untuk menjalankan aplikasi Windows di Linux / Ubuntu. Namun, dalam beberapa kasus Wine terkadang mengalami crash sehingga menyebabkan aplikasi yang dijalankan tidak berfungsi bahkan menutup dengan sendirinya.

Seperti ketika menjalankan software Android emulator “NOX / Big NOX”, aplikasi tiba-tiba menampilkan pemberitahuan untuk menutupnya karena dukungan sistem yang tidak sesuai dan sebagainya. Terlepas dari itu, Wine cukup membantu untuk menjalankan beberapa software / games Windows di Ubuntu / Linux / Linux Mint.

Wine Solusi Untuk Menjalankan Aplikasi Windows di Linux

Aplikasi Yang Bisa Dijalankan Dengan Wine

Hampir semua aplikasi / software dan games Windows dapat dijalankan melalui Wine. Bahkan, ada beberapa daftar aplikasi atau software yang langsung di dukung oleh Wine sehingga tidak perlu menambahkan secara manual.

Aplikasi yang belum terdapat pada Wine bisa ditambahkan sendiri, dengan kata lain pengguna tidak dibatasi untuk menambahkan jenis software.

Mengenai error atau crash ketika menjalankan aplikasi melalui Wine, bisa dikategorikan dalam batas wajar. Selain itu, pengguna juga bisa mengirimkan report bug atau error yang muncul ketika menjalankan Wine.

Cara Install Wine di Ubuntu

Instalasi Wine relatif mudah, pengguna bisa langsung melakukan instalasi melalui Ubuntu Software Center, atau bisa dengan menggunakan perintah dibawah ini melalui terminal.

wget -nc https://dl.winehq.org/wine-builds/Release.key
sudo apt-key add Release.key
sudo apt-add-repository https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/
sudo apt-get update
sudo apt-get install –install-recommends winehq-stable

Panduan instalasi selengkapnya (versi development, Staging, serta Linux Mint) bisa dilihat pada laman resmi WineHQ.

Wine sendiri memiliki tiga versi, namun lebih direkomendasikan untuk menggunakan versi stabil. Jika ingin mencoba versi development atau staging pun diperbolehkan, hanya saja versi stabil akan lebih baik.

Posted by Abdul Kholiq Hasan