Linux Mint 18.1 Serena Rilis Resmi

Beberapa pekan yang lalu, atau tepatnya awal bulan di akhir tahun ini Linux Mint sudah merilis versi beta dari Linux Mint Serena yang juga menjadi penanda bahwa akan segera dilakukan rilis secara resmi. Dan tepat pada jum’at kemarin (16/12/2016) Linux Mint merilis versi terbarunya 18.1 yang bernama Serena secara resmi.

Tentunya ini adalah kabar bahagia bagi para penggemar dan atau pengguna Linux Mint, karena akhirnya versi terbaru yang sudah pasti lebih baik dari sebelumnya telah rilis dan akan mendapat dukungan jangka panjang. Linux Mint sendiri menjanjikan dukungan hingga 2021 untuk versi terbarunya ini, dan tersedia dua pilihan yaitu Mate dan Cinnamons.

Mengenai seperti apa Linux Mint 18.1 Serena ini, silahkan langsung di download dari situs resminya untuk mencicipi. Yang jelas, secara umum bisa dikatakan jauh lebih ringan dibanding dengan Ubuntu yang merupakan basis pengembangan Linux Mint.

Meski terdapat dua pilihan (Mate, Cinnamons), namun sebenarnya keduanya adalah sama baik secara fitur maupun dukungan. Yang membedakan hanya pada komponen pembangunnya, dimana setiap komponen (Mate, Cinnamons) memiliki penggemar masing-masing. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan Mate dibanding Cinnamons meski tidak ada alasan mendasar mengenai hal tersebut.

System Requrements :

  • 512MB RAM (rekomendasi sebaiknya alokasi RAM 1GB).
  • 9GB disk space (menurut pihak Linux Mint, disarankan mengalokasikan 20GB, namun biasanya yang sering dipakai hanya 10-15GB sudah cukup).
  • Graphic card dengan resolusi 800×600 (disarankan 1024×768)
  • DVD/USB support. 
Untuk instalasi sendiri tentunya sudah paham semua, karena proses instalasi debian pada dasarnya adalah sama semua, terlebih jika merupakan turunan dari Ubuntu yang sudah pasti banyak dikenali dan banyak tutor yang tersedia.
Sedangkan untuk yang ingin menjalankan versi wubi atau boot melalui flashdisk (misalnya) sudah tidak dapat menggunakan versi 32-bit karena dukungan untuk wubi sekarang hanya untuk 64-bit. Hal ini mengacu atau mengikuti dengan Ubuntu yang menjadi basis pengembangannya yang memang sudah tidak lagi mendukung wubi untuk 32-bit.
Dan untuk yang menggunakan dual boot, disarankan menyediakan sistem boot mandiri (tidak menjadi 1 dengan sistem boot sebelumnya) agar tidak mengalami kendala saat hendak menghapus amupun install ulang.
Untuk yang ingin mencicipi, mencoba atau menggunakan Linux Mint bisa menuju situs resminya untuk download file iso dari server yang di inginkan, misalnya untuk Indonesia server download ada pada situs undip.