Pilihan Cara Menginstal Linux (Ubuntu)

Sebagian besar pengguna komputer di Indonesia adalah para pengguna Windows, dimana rata-rata masih sangat asing bahkan kurang mengetahui Linux. Meski ada banyak distro Linux yang bertebaran, mulai dari global sampai yang lokal namun distribusi pengguna Linux masih dikategorikan minim.

Hal ini tidak lepas dari popularitas Windows serta melekatnya sistem operasi Windows pada perangkat yang diperjual belikan. Kendala yang sering sekali muncul adalah kebimbangan para pengguna Windows apakah akan beralih atau menggunakan keduanya (Windows dan Linux), hal ini sebenarnya bukan sebuah persoalan baru karena tidak sedikit pengguna komputer sudah mengetahui hal ini.

Untuk menggunakan dua sistem operasi dalam satu perangkat komputer sendiri terbilang sangat mudah, dimana ada 3 pilihan yang bisa digunakan yaitu dengan menggunakan virtual, dual boot dan atau menggunakan wubi (eksternal / biasanya melalui flashdisk).

Ketiga cara tersebut sebenarnya sama saja untuk sekedar mencoba / trial, hanya saja disini akan kita bandingkan mana yang lebih efektif. Yang dimaksud efektif adalah kemampuan dalam memaksimalkan atau memanfaatkan resource / spek perangkat komputer yang digunakan.

Menggunakan Virtual Machine
Virtual Machine atau yang secara gambaran umumnya adalah menjalankan sistem operasi didalam sistem operasi, atau lebih mudahnya menjalankan Linux melalui Windows. Cara ini cukup populer digunakan, karena tidak perlu melakukan banyak pengaturan dan bisa dengan cepat menjalankan atau menginstal sistem operasi yang di inginkan.

Keuntungan menggunakan Virtual Machine adalah kemudahan dalam melakukan pengaturan dan bisa dengan mudah menjalankan karena seolah sedang menjalankan sebuah aplikasi yang berada dalam Windows (sistem operasi yang digunakan). Proses instalasi menggunakan Virtual Machine ini sendiri terbilang mudah dan cepat, sehingga wajar banyak yang menggunakan cara ini untuk sekedar melakukan percobaan.

Sedangkan untuk kekurangan menggunakan Virtual Machine adalah karena perangkat komputer harus bekerja ekstra terlebih lagi jika spek komputer tergolong standar, sehingga akan terkesan memaksa dimana komputer harus menjalankan sistem operasi bawaan, Virtual Machine dan sistem operasi yang di install pada Virtual Machine. Biasanya, jika menggunakan Virtual Machine sistem operasi yang dijalankan tidak bisa maksimal dan cenderung cukup berat.

Menggunakan Dual Boot
Yang dimaksud dual boot adalah dengan menginstal dua sistem operasi pada satu komputer, dalam hal ini ada perangkat komputer yang mendukung untuk banyak sistem operasi (tidak hanya dual boot, tapi bisa 4 bahkan sampai 6 boot).

Dilihat dari penggunaan, cara ini adalah yang paling efektif karena komputer hanya menjalankan satu sistem operasi, namun harus melakukan pengaturan booting terlebih dulu untuk bisa menggunakan sistem dual boot. Karena biasanya setelah menginstal sistem operasi kedua, maka sistem operasi yang pertama tidak terbaca. Untuk pengaturannya sendiri cukup mudah karena hanya perlu melakukan sedikit pengaturan saja.

Ketika memutuskan menggunakan dual boot, ada baiknya mempertimbangkan semuanya secara matang. Hal ini adalah untuk menghindari kurangnya space sehingga tidak bisa maksimal dalam menggunakan sistem operasi , misalnya ingin menginstal aplikasi tertentu ternyata space tidak memadai. Namun, biasanya untuk dual boot ini alokasi yang digunakan untuk Linux hanya sekitar 12-20GB sudah cukup.

Menggunakan Wubi
Wubi atau yang lebih mudahnya adalah menggunakan memori eksternal (biasanya flashdisk) biasanya menjadi alternatif terbaik jika untuk melakukan percobaan. Dimana pengguna hanya perlu meletekkan file image (.iso) dari Linux pada Flashdisk kemudian melakukan booting melalui Flashdisk tanpa harus mengatur alokasi space maupun mengatur sistem boot.

Cara ini bisa dikatakan yang terbaik untuk sekedar melakukan percobaan karena tidak memaksa komputer menjalankan banyak program sehingga kinerja komputer bisa maksimal. Namun, jika menggunakan cara ini maka setidaknya dibutuhkan Flashdsik yang memiliki read data tinggi dan space yang lumayan (biasanya 8GB cukup). Semakin bagus dan semakin besar kapasitas yang digunakan itu semakin baik karena bisa menjalankan Linux secara normal dengan menginstal banyak aplikasi.

Dari ketiga cara diatas, yang paling memungkinkan jika tidak ingin menghapus instalasi sistem operasi default (Windows) adalah dengan menggunakan dual boot dengan resiko harus ada pemotongan space hardisk/disk untuk dialokasikan pada Linux. Atau, dengan menggunakan Wubi yang mengharuskan memiliki memori eksternal dan disarankan memori tersebut adalah memori yang bagus agar tidak berat saat dijalankan.

Versi terbaru dari Linux (yang paling umum digunakan adalah Ubuntu dan distro turunannya) tidak lagi mendukung Wubi untuk sistem operasi 32bit dan hanya mendukung untuk 64bit. Namun, hal ini bukan sebuah masalah serius karena baik 32bit ataupun 64bit sebenarnya sama saja, hanya saja akan lebih maksimal jika menggunakan perangkat komputer yang memang secara default mendukung 64bit. Untuk saya sendiri masih menggunakan komputer spek dibawah standar dengan ram 2gb dan menjalankan sistem operasi 64bit nyaman-nyaman saja (sedikit berat sebenarnya).

Nah, bagi yang ingin mencoba Linux bisa memilih 3 cara diatas. Sekedar untuk percobaan atau pembelajaran, namun untuk yang spek perangkat komputernya dibawah rata-rata sebaiknya memilih menggunakan dual boot atau Wubi agar tidak terkesan memaksa komputer yang digunakan.

Comments